8 April 2026 12:37 pm
.
2 min read
AXIALNEWS.id | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya penguatan implementasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA). Langkah ini merupakan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berperspektif hak anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri PPPA dalam Peringatan Milad ke-76 Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) pada Senin (6/4/2026), sebagaimana dilansir laman resmi Kementerian PPPA.
Menteri PPPA menjelaskan bahwa SRA merupakan satuan pendidikan yang memastikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak. Dalam implementasinya, SRA berlandaskan pada empat prinsip utama:
- Non-diskriminasi.
- Kepentingan terbaik bagi anak.
- Hak hidup dan tumbuh kembang.
- Penghargaan terhadap pandangan anak.
Baca Juga MUI Desak RI Cabut dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
“Melalui prinsip ini, pendidik dan tenaga kependidikan dituntut memberikan keteladanan serta membangun keterlibatan yang erat antara guru, orang tua, dan anak sebagai tiga pilar utama,” ujar Menteri PPPA.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Menteri PPPA menyebutkan bahwa 28,82% penduduk Indonesia adalah anak usia 0–17 tahun. Namun, tantangan besar membayangi kelompok usia ini.
Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, ditemukan fakta bahwa:
- 1 dari 2 anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.
- 1 dari 2 anak usia 10–17 tahun memiliki masalah kesehatan mental.
- 1 dari 20 remaja di Indonesia mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.
Baca Juga Peran Bank dalam Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Menteri PPPA menekankan bahwa SRA membutuhkan kebijakan perlindungan anak yang terintegrasi dalam aturan sekolah. Hal ini harus didukung mekanisme pengaduan yang cepat, sarana prasarana memadai, serta peran aktif organisasi masyarakat seperti GUPPI.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GUPPI, Fasli Jalal, menyampaikan komitmennya untuk mendorong implementasi SRA di 400 sekolah yang berada dalam jaringan kemitraan GUPPI.
“Sekolah yang ramah anak adalah mimpi kita bersama. Anak tidak mungkin berkembang secara optimal apabila ekosistem pendidikan tidak menghadirkan suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan berpusat pada kepentingan anak,” ungkap Fasli Jalal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, turut memberikan dukungan. Ia menilai SRA sebagai langkah krusial mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan, baik berupa perundungan maupun pelecehan seksual.
Baca Juga Seleksi PWI Sumut Dibanjiri Peserta, Targetkan Wartawan Beretika dan Beradab
“Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi terbaiknya sebagai generasi penerus bangsa,” pungkas Cholil Nafis.
Editor: M. Nuh
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.